KEBIASAANMU ADALAH IDENTITASMU

 

 

 

Saya mulai beranikan diri untuk membentuk kebiasaan yang menjadi titik pijak untuk membentuk identitas yang ingin dicapai. Selama ini, kebiasaan yang kerapkali kita lakukan berulang-ulang tanpa pernah tahu, apa yang kita lakukan akan membentuk kita seperti apa. Pelan-pelan mengikuti kelas habit, saya menyadari bahwa kebiasaan bukan suatu hal yang bisa dianggap gampang.

Diperlukan tekad kuat dan persiapan yang sungguh-sungguh untuk memulai kebiasaan yang akan terus kita lakukan berulang-ulang. Saat belajar memahami materi lingkaran kebiasaan, saya sadar bahwa keberhasilan kebiasaan juga ditentukan oleh tiga hal yang kerapkali tidak kita sadari. Namun, memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan lingkaran kebiasaan yang dibentuk nanti. Pertama, Tanda (clue) yaitu perihal waktu ataupun petunjuk yang digunakan untuk memulai kebiasaan. keduaKebiasaan (routine) yang ingin dilakukan. Ketiga, Ganjaran (Reward) yakni hadiah akan diberikan pada diri sendiri, apabila berhasil mengerjakan kebiasaan.

Tiga poin di atas penting, agar ritme kebiasaan kita terbentuk. Tanda juga penting, dan pastikan tanda yang kita lakukan selalu pada waktu yang sama. Agar memudahkan kita untuk memulai kebiasaan baru. Mungkin akan terasa berat, bila mengerjakan segala sesuatu pada waktu yang sama setiap hari. Maka, alangkah baiknya sebelum memulai kebiasaan, kita harus terlebih dulu meluangkan waktu untuk menyiapkan alat-alat yang mendukung kebiasaan yang kita lakukan. Adanya persiapan sebelum memulai kebiasaan juga akan membuat suasana hati kita dalam kondisi yang bagus dan siap memulai kebiasaan.

Awal-awal membangun kebiasaan, kita perlu mempertanyakan identitas yang ingin dicapai. Kenapa identitas itu sangat penting bagi kebiasaan yang dilakukan? Karena, kebiasaan kita akan mencerminkan identitas diri kita. Coba kita ingat-ingat selama ini, apakah kita memiliki suatu kebiasaan yang membuat orang lain menjuluki kita dengan identitas tertentu? Misalnya, si A yang dipanggil tukang kepo Kdrama, gara-gara punya kebiasaan mencari tahu informasi setiap hari. Ada juga si B yang dijuluki pencinta buku, karena setiap hari matanya tak pernah lepas dari buku.

Nah, kita makin menyadari bahwa apapun yang kita lakukan agar memiliki efek terhadap kehidupan kita. Jadi, pastikan hidup kita dipenuhi oleh kebiasaan yang positif, sebab kebiasaan itu yang akan melekat sebagai identitas diri kita sepanjang hidup.

Keberhasilan suatu kebiasaan yang kita lakukan demi mencapai identitas yang diinginkan memerlukan proses panjang. Dibutuhkan komitmen dan kesadaran diri untuk benar-benar fokus untuk membentuk kebiasaan tersebut. Kebiasaan yang kita kerjakan takkan pernah lepas dari pengaruh dari seseorang yang kita jadikan role model, baik itu orang terdekat ataupun tokoh berpengaruh di dunia. Lantas, apakah memiliki role model sudah cukup efektif untuk membangkitkan kekuatan untuk tetap konsisten melakukan kebiasaan? Ternyata tidak cukup.

Role model merupakan satu dari beberapa faktor penting yang memunculkan motivasi untuk bisa menjadi seperti identitas orang yang kita kagumi. Namun, sayangnya setiap orang mempunyai situasi/kondisi yang berbeda-beda yang turut berpengaruh pada kebiasaan yang dilakukan. Supaya kita lebih serius dalam menumbuhkan kebiasaan, kita juga perlu untuk belajar tentang ilmu kebiasaan yang kita lakukan. Belajar sedikit demi sedikit dengan mempelajari beberapa buku, video, artikel, maupun podcast yang relevan dan mendukung kebiasaan kita.

Ketika mengalami kegagalan dalam menjaga kebiasaan, alangkah lebih baiknya jika kita mereflesikan alasan kenapa kebiasaan tersebut penting bagi diri kita. kegagalan bukan pertanda kita tidak mampu untuk membentuk kebiasaan, melainkan sebuah tahapan untuk mengevaluasi lingkaran kebiasaan kita. Apabila, target kebiasaan yang terlampau tinggi bagi diri kita, kita perlu mengubah target menjadi lebih mudah untuk dikerjakan. Misalnya, saya yang ingin menumbuhkan kebiasaan menulis free writing dengan target 500 kata, apabila pada saat praktiknya agak terlalu susah, saya akan menurunkan target menjadi 300 kata.

Hal yang perlu kita ingat, tidak ada sebuah kebiasaan yang benar-benar berjalan sempurna, melainkan memerlukan trial and error berkali-kali untuk menemukan lingkaran kebiasaan yang tepat untuk diri kita sendiri. Selain mengulang kebiasaan, kita juga harus membayangkan identitas kita sehari beberapa kali. Sesekali kita perlu atau setidaknya wajib berpikir dan bertindak ala identitas yang ingin kita capai. Kenapa ini penting? Agar mendorong kita untuk konsisten mengerjakan kebiasaan di tengah kendala di luar diri yang seringkali terjadi tiba-tiba dan menganggu lingkaran kebiasaan kita.

Adanya beragam kendala dalam membangun kebiasaan, tak lantas kita menjadikan hal tersebut sebagai alasan tidak berhasilnya kebiasaan. Kita perlu menyiapkan alternatif yang mampu mengantisipasi kendala yang terjadi, dengan menyediakan beberapa solusi tertentu yang bisa digunakan untuk mengatasi kendala. Namun, apabila kendala berada di luar diri dan kita tak mampu mengontrolnya, kita fokus untuk ke dalam diri. Kita bisa sesekali mencoba menjaga kebiasaan di luar lingkaran kebiasaan, terutama kebiasaan yang tidak terikat oleh waktu tertentu. supaya kita tetap menjaga kebiasaan, walaupun pada waktu yang berbeda-beda.

Dalam menjaga dan mengabadikan kebiasaan, pastikan kita selalu menemukan kebahagiaan di dalamnya. Walaupun kebiasaan yang kita lakukan kurang dari apa yang kita ekspektasikan, kita harus tetap menikmatinya sebagai sesuatu yang membawa kebahagiaan untuk diri kita. Jangan jadikan target kebiasaan sebagai beban. Jadikanlah kebiasaan sebagai teman yang sedang membantu kita untuk membentuk identitas kita.

Salam habit hebat!

 

Komentar

Postingan Populer